Like

×

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

bocah-jenius.blogspot.com

http://bocah-jenius.blogspot.com/

Tampilkan postingan dengan label Berita Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Misteri. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

Aliens


Aliens - Alien jelas merupakan makhluk asing dan non human. Banyak pertanyaan yang diajukan tentang masalah alien (UFO) ini.

Laporan-laporan penampakan UFO atau perjumpaan manusia dengan alien, juga masih sering diragukan. Bahkan peristiwa jatuhnya UFO di Roswell tahun 1947 di mana ada 4 alien (2 mati, 1 lari kemudian ditembak oleh seorang tentara yang tegang, dan satu lagi sekarat dan akhirnya mati di rumah sakit) yang di autopsi oleh pihak militer (AU) AS. Namun semuanya itu ditutupi dan dianggap tidak ada. Laporan resmi dari pihak pemerintah hanyalah sebuah balon percobaan AS yang bernama Skyhook. Tapi masyarakat umum tidak mudah begitu saja percaya dan kemudian lahirlah teori “alien Conspiracy“.

Bila mereka datang dari dimensi lain, siapakah mereka? Satu-satunya penjelasan dari kitab suci, yakni Al Quran yang menyatakan bahwa di bumi ini selain dihuni oleh manusia, juga dihuni oleh jin yang berada di dimensi lain. Suatu fakta bahwa di Indonesia yang cukup mengenal fenomena jin ini, ternyata memiliki suatu persamaan sifat, yaitu jin suka melakukan penculikan (baik orang dewasa maupun anak-anak), di mana korban sering berada di suatu tempat yang dia tidak mau kembali (karena enak), namun sebagian juga berhasil lari atau berhasil dikeluarkan/dikembalikan oleh bantuan orang lain dengan kuasa Allah.

UFO (Unidentified Flying Objects)


UFO (Unidentified Flying Objects) - Sepanjang zaman, manusia selalu ingin menjelaskan kejadian di langit. Unidentified Flying Objects (UFO) menjadi suatu misteri besar untuk para ilmuwan sekarang. Beberapa ilmuwan Amerika telah pasti menegasikan fenomena tersebut. Tetapi beberapa setuju. Mereka menjelaskan UFO sebagai obyek dari galaksi lain yang berjarak sangat jauh dengan galaksi dimana Bumi berada. Namun tidak ada keputusan dengan suara bulat yang telah tercapai. Misteri UFO terus menjadi sulit dipahami. Dan juga sangat menarik. Khususnya bagi saya pribadi.

Minggu, 08 Juni 2014

Segitiga Bogor


Segitiga Bogor - Wilayah sekitar Halimun Bogor dan sekitarnya ada benteng-benteng milik Prabu Siliwangi yang tak kelihatan, pusat kerajaan ada di Gunung Salak, sebenarnya ini sudah menjadi rahasia umum. Catatan sejarah soal Kerajaan Siliwangi pasca kehancurannya setelah diserang Kesultanan Banten pada tahun 1620-an, adalah catatatan pertama kali dari Scipio yang melakukan ekspedisi sekitar tahun 1687 mencatat ada ratusan macan gembong atau harimau bertempat tinggal di sebuah bangunan dekat Kebun Raya Bogor sekarang, selain itu ditemukan rawa yang berisi badak di sekitar Sawangan, dinamakan Rawa Badak dimana di ujung Rawa Badak ditemukan juga situs parit dan bekas tembok keraton yang dijadikan sarang macan, sekarang sarang macan ini dikenal pertigaan beringin di Sawangan. Selain catatan-catatan arkeologi, ada catatan mistis tentang segitiga Bogor.

Ada tiga gunung yang dianggap angker di masa Mataram Sultan Agung, pertama Gunung Merapi, Kedua Gunung Slamet dan Ketiga Gunung Halimun, diantara ketiganya Gunung Halimun-lah yang dianggap paling angker karena memiliki misteri luar biasa. Sampai saat ini banyak peristiwa jatuhnya pesawat di sekitar segitiga Gunung Halimun-Gunung Salak-Gunung Gede.

Daya energi ketiga gunung itu ada di Istana Cipanas, sekitar gedung yang dibangun Bung Karno namanya Gedung Bentol, tempat dimana Bung Karno selalu bermeditasi sejak dia menempati Istana Merdeka di tahun 1949. Di belakang Gedung Bentol ada sumber air panas, yang merupakan energi dari Siliwangi.

Dilamarnya Puteri Dyah Pitaloka yang kecantikannya serupa bidadari dan mewariskan kecantikan yang bisa dilihat pada gadis-gadis Bandung, Cianjur dan Sumedang sekarang ini adalah rahasia ‘Wahyu Nusantara’ yang dimiliki kerajaan Pajajaran, dimana Gadjah Mada ingin memilikinya “Siapa yang menguasai Wahyu Nusantara dia akan menguasai Indonesia’, penguasaan wahyu nusantara ini menimbulkan konflik antara Hayam Wuruk yang berpendapat bahwa wahyu itu bisa diambil dengan cara Ken Arok yaitu menikahi puteri sang Raja, di satu sisi wahyu bisa diambil dengan cara menaklukkan Pajajaran dan membangun kerajaan Majapahit Barat di Pakuan.

Tanpa disengaja menurut kepercayaan banyak orang Bung Karno mengawini puteri Bandung yaitu : Inggit Garnasih yang ditengarai masih keturunan Raja Siliwangi dimana wahyu Nusantara bersemayam di tubuh Inggit Garnasih, dan Bung Karno keturunan langsung Brawijaya V mengobarkan semangat Nusantara bermula di Bandung pada rapat politik Radicale Concentratie di Bandung tahun 1922. Bandung adalah kota terakhir dimana Prabu Linggabuana menyucikan diri di danau Bandung sebelum berangkat ke Majapahit dan kelak beristirahat di Pesanggrahan Bubat dimana kemudian datang Gadjah Mada dan terjadilah insiden pembunuhan dan pembantaian besar-besaran rombongan Pajajaran.

Sisa-sisa dari Laskar Perang Bubat melarikan diri ke Gunung Salak, sementara sisa-sisa dari punggawa Siliwangi yang diserang Banten lari ke Gunung Halimun. Tempat dimana seringnya pesawat menghilang, ini mirip dengan segitiga Bermuda dan segitiga formosa.

Gunung Halimun dan Gunung salak ini mirip Gunung Lawu yang disucikan Majapahit, tak boleh ada yang melintasi diatasnya, burungpun bisa mati bila melewati satu titik tanah yang sakral.

Selasa, 03 Juni 2014

Negara Tertua Di Dunia


Negara Tertua Di Dunia - San Marino merupakan negara terkecil ke lima di dunia dan dikelilingi oleh Italia tepatnya di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Rimini, daerah Emilia-Romagna dan di sebelah selatan provinsi Pesaro dan Urbino, daerah Marche.

San Marino adalah negara republik konstitusional tertua di dunia, dibentuk pada 3 September 301 oleh Santo Marinus dari Rab, seorang tukang batu Kristiani yang kabur pada saat persekusi agama oleh Kaisar Romawi Diocletian.  diberlakukan pada 1600, adalah konstitusi tertua di dunia yang masih berlaku.

Kamis, 29 Mei 2014

Patung Dirgantara dan Kisah Pembuatannya



Patung Dirgantara dan Kisah Pembuatannya - Monumen Patung Dirgantara adalah salah satu monumen patung yang terdapat di Jakarta. Sebelumnyakami pernah posting tentang makna patung patung di jakarta. Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.


Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta. Sedangkan proses pengecorannya dilaksanakan oleh Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono. Berat patung yang terbuat dari perunggu ini mencapai 11 Ton. Sementara tinggi patung itu sendiri adalah 11 Meter, dan kaki patung mencapai 27 Meter. Proses pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek pelaksana.

Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI di tahun 1965.

Rancangan patung ini berdasarkan atas permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara. Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat Jujur, Berani dan Bersemangat. Total biaya pembuatan Patung Dirgantara atau Patung Pancoran pada tahun 1964 adalah 12 juta rupiah.

Biaya awal ditanggung oleh Edhi Sunarso, sang pemahat. Bung Karno menjual mobil pribadinya seharga 1 juta rupiah pada waktu itu. Pemerintah sendiri hanya membayar 5 juta rupiah. Sisanya, sebesar 6 juta rupiah, menjadi hutang pemerintah yang sampai saat ini tidak pernah terbayar.

Manusia besar dengan gagasan besar. Itu sebuah julukan lain buat Bung Karno. Ciri-ciri manusia besar, terletak pada peninggalannya yang kekal. Dalam beberapa hal, Bung Karno memenuhi kriteria itu. Ajarannya tentang Marhaenisme, penemuan ideologi Pancasila, serta semangat kebangsaan, setidaknya masih bisa kita rasakan hingga detik ini. Sekalipun ia “dikubur” tiga dasawarsa lamanya, jejak-jejak peninggalan dan karya besar Bung Karno bergeming dari gerusan zaman.

Selain ide dan gagasan berupa isme, ajaran, spirit, dan nilai-nilai sosial dan politik, Bung Karno juga mewariskan monumen-monumen. Ia menggagas pembangunan masjid Istiqlal yang ia targetkan melebihi kekokohan candi borobudur. Ia merancang tugu selamat datang di Bundaran HI yang menjadi icon ibukota. Ia mendirikan tugu pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng. Ia juga mengobarkan semangat bangsa melalui Patung Dirgantara di Pancoran.


Boleh dibilang, itulah peninggalan terakhir Bung Karno. Digagas tahun 1965, saat matahari kekuasaannya sudah condong ke barat. Adalah pematung Edhi Sunarso yang mendapat kehormatan, mengerjakan pembuatan patung itu. Sahabat anehdidunia.com Edhi adalah pematung kesayangan Bung Karno. Ia pula yang ditunjuk membuat patung “Selamat Datang” di Bundaran HI.

Edhi ingat persis, ketika instruksi Bung Karno diterimanya. Hatinya sempat mandeg-mangu, ragu-ragu, bimbang, dan galau. Sebagai seniman patung, ia belum pernah sama sekali membuat patung dengan bahan perunggu. Sementara perintah Bung Karno jelas, ia menghendaki patung dengan bahan perunggu.

Saat raut wajahnya sulit menyembunyikan perasaan hatinya, Bung Karno segera paham. Maka, berkatalah Bung Karno kepada Edhi, “”Hey Ed, kamu punya rasa bangga berbangsa dan bernegara tidak? Apa perlu saya menyuruh seniman luar untuk mengerjakan monumen dalam negeri sendiri? Saya tidak mau kau coba-coba, kau harus sanggup.”

Waktu satu minggu yang diberikan Bung Karno, dijawab tuntas oleh Edhi dengan mengumpulkan teman-teman pematung di Yogya, dan mewujudkan harapan Bung Karno dalam replika yang terbuat dari gypsum. Gaya melambaikan tangan laiknya orang menyambut kedatangan sahabat, diperagakan langsung oleh Bung Karno. Gaya itu pula yang kemudian menjadi model pada patung Tugu Selamat Datang di bundaran HI.

Nah, lain lagi kisah Patung Dirgantara, Pancoran. Proyek itu sempat mangkrak, alias terhenti. Peristiwa 30 September 1965, adalah pemicu terancam gagalnya pembuatan patung itu. Bung Karno menghadapi hantaman dari dalam negeri. Ia didemo nyaris tiap hari. Klimaksnya adalah penolakan MPRS atas pertanggungjawaban Bung Karno, terhadap peristiwa pemberontakan PKI tadi. Buntutnya sama-sama kita ketahui, Bung Karno dilengserkan, dan Soeharto diorbitkan.

Nasib patung Dirgantara yang digagas Bung Karno sebagai simbol semangat bangsa, terombang-ambing. Meski begitu, Bung Karno bukan manusia yang meninggalkan sejarah ke-plin-plan-an. Bung Karno tidak pernah mengajarkan sikap yang kurang bertanggung jawab. Alhasil, sekalipun nasibnya sendiri di ujung tanduk. Posisinya sebagai presiden terancam. Tekanan dalam dan luar negeri menghimpit dirinya, Bung Karno tetap komit.

Ia menyempatkan diri untuk memantau perkembangan proyek patung dirgantara tadi. Kepada Bung Karno, dengan nada prihatin, Edhi melaporkan kemandegan proyek tadi. Sekalipun pedestial atau tiang penyangga patung sudah selesai, tapi pekerjaan terancam mandeg, karena pemerintahan transisi tidak menggubrisnya. Di sisi lain, dalam status tahanan politik, dalam kondisi badan yang makin ringkih digerogoti sakit ginjalnya, Bung Karno keukeuh menuntaskan proyek terakhirnya.

Edhi sendiri tak sanggup meneruskan pekerjaan itu, mengingat dirinya pun sudah dililit utang untuk pekerjaan itu. Maklumlah, semua proyek pembuatan monumen yang ia kerjakan atas perintah Bung Karno, tidak menggunakan semacam dokumen perintah resmi negara. Murni soal kepercayaan.


Atas kondisi tersebut, Bung Karno lantas memanggil Edhi dan memberinya uang Rp 1,7 juta. Belakangan Edhi baru tahu, uang itu hasil penjualan mobil pribadi Bung Karno. Dengan uang itu, sekalipun belum cukup menutup semua biaya, Edhi langsung menuntaskan pengerjaan patung Dirgantara.

Alkisah… di pagi yang cerah, di hari Minggu tanggal 21 Juni 1970, Edhie sedang berada di puncak Tugu Dirgantara. Tiba-tiba, melintas iring-iringan mobil jenazah. Salah seorang pekerja di bawah sontak memberi tahu Edhi, bahwa yang barusan lewat adalah iring-iringan mobil jenazah… jenazah Bung Karno, sang penggagas Tugu Dirgantara.

Lemas lunglai Edhi demi mendengar berita itu. Ia pun langsung turun dari puncak Tugu Dirgantara, dan menyusul ke Blitar, memberi penghormatan terakhir kepada Putra Sang Fajar.

Belum usai duka berlalu, Edhi bersemangat menuntaskan amanat terakhir Bung Karno. Sekalipun pekerjaan itu meninggalkan utang negara. Sekalipun patung itu tidak pernah diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Tugu Dirgantara tegar berdiri, menggelorakan semangat, mengekspresikan wajah Gatotkaca. Wajah perkasa yang menyimpan duka di balik pembuatannya.


Beberapa cerita tentang misteri acungan tangan patung pancoran
  • Konon patung pancoran menunjuk sebuah tempat dimana bung karno meletakkan harta kekaya'annya yg dipercaya dapat melunasi hutang negara.
  • Beberapa orang menceritakan bahwa patung ini menghadap ke sebuah pelabuhan sunda kelapa yang merupakan jantung peradaban bangsa indonesia selama di jajah belanda.
  • Namun ada juga yang bilang dulu maksud di bangunnya tugu pancoran adalah untuk menyatakan bahwa kiblat politik indonesia adalah ke RUSIA arah komunis???
  • Tugu pancorana punya nama asli patung dirgantara jadi arah utara yang di tunjukan oleh jari tugu pancoran tersebut adalah lokasi bandara di jakarta yang dulu ada di kemayoran jakarta sebelum di pindah kan ke cengkareng.

Rabu, 28 Mei 2014

Baitul Maqdis, Haram asy-Syarif, Temple Mount dan Bait Bani Israel

Raja bani Israel, Sulaiman membangun sebuah tempat ibadah kepada Tuhannya, yang dikenal oleh orang Yahudi dengan nama Bait Salomo atau Bait Sulaiman (bahasa Ibrani: בית המקדש, Beit HaMikdash), juga disebut sebagai Bait Pertamaataupun Haikal Sulaiman, yang menurut Alkitab adalah bait suci pertama agama Yahudi kuno di Yerusalem. Bangunan ini digunakan untuk beribadah dan mempunyai fungsi utama untuk mempersembahkan kurban korbanot. Selama beberapa abad tempat ini menjadi pusat ibadah bangsa Israel.

Ilustrasi Bait Sulaiman

Yerusalem saat itu adalah ibukota Kerajaan Israel Bersatu namun setelah Sulaiman wafat (sekitar 930 SM), sepuluh suku utara memisahkan diri membentuk Kerajaan Israel di utara. Yerusalem kemudian menjadi ibukota Kerajaan Yehuda yang terdiri dari dua suku.
Sumber awal informasi tentang Kuil Pertama adalah Alkitab Ibrani (atau Perjanjian Lama). Menurut sumber-sumber Alkitab, candi ini dibangun di bawah Raja Salomo saat kerajaan Israel masih bersatu. 

Dalam Alkitab Ibrani (atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen), yaitu Kitab 1 Raja-raja pasal 6, dicatat bahwa raja Salomo membangun Bait ini selama 7 tahun, dimulai dari bulan ke-2 pada tahun ke-4 pemerintahannya dan selesai pada bulan ke-8 pada tahun ke-11. Catatan-catatan tersebut antara lain:

Dan terjadilah pada tahun ke-480 sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun ke-4 sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang ke-2, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN. Tahun ke-4 pemerintahan Salomo menurut para ahli arkeologi adalah pada tahun 966 SM. 

Dalam tahun yang ke-4, dalam bulan Ziw, diletakkanlah dasar rumah TUHAN, dan dalam tahun yang ke-11, dalam bulan Bul, yaitu bulan ke-8, selesailah rumah itu dengan segala bagian-bagiannya dan sesuai dengan segala rancangannya; jadi 7 tahun lamanya ia mendirikan rumah itu.
Tahun ke-11 pemerintahan Salomo menurut para ahli arkeologi adalah pada tahun 960 SM. Dikatakan juga bahwa di Bait Pertama inilah Tabut Musa disimpan. Dan pada tahun 587 SM, Bait Sulaiman ini dihancurkan oleh bangsa Babilonia yang menaklukan kerajaan Yehuda dan menjadikan bangsa israel sebagai budak di babilonia.
Sebenarnya ada perbedaan pendapat mengenai lokasi dimana sebenarnya Bait Sulaiman ini berdiri di kalangan umat yahudi sendiri. Sedangkan dalam Kitab 2 Tawarikh di Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, Bait Sulaiman berada di Gunung Moria, yang lokasi pasti gunung ini juga menjadi masalah dalam beberapa perdebatan. 

Setelah bangsa israel dibebaskan dari perbudakan oleh Cyrus II, raja Persia yang menaklukkan Babilonia, mereka pun mulai membangun kembali sebuah Bait yang merupakan rekonstruksi dari Bait Pertama di Yerusalem. Bait yang selesai sekitar tahun 516 SM ini kemudian sering disebut sebagai Bait Kedua.

Ilustrasi Bait Kedua

Bait Kedua ini didirikan di atas sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit Bait atau Temple Mount. Beberapa orang percaya bahwa Bait Kedua dibangun di lokasi dimana Bait Pertama dahulu pernah berdiri. Artinya mereka percaya bahwa Bukit Bait itulah Gunung Moria yang dimaksud dalam alkitab. 

Bait Kedua ini sempat diperluas oleh Herodes I, seorang raja boneka Romawi yang berkuasa di Yudaea (sekitar 74 SM sampai sekitar 1 SM di Yerusalem), sekitar tahun 19 SM. Akhirnya Bait Kedua ini dihancurkan oleh tentara Romawi di bawah pimpinan jenderal Titus (kelak menjadi Kaisar Romawi) setelah pengepungan Yerusalem pada tahun 70 M. 

Bait Kedua yang diperluas oleh Herodes

Pandangan Islam

Menariknya, ditaklukkannya bani Israel dua kali oleh dua bangsa yang berlainan dan hancurnya kedua Bait, baik Bait Pertama maupun Kedua, milik bani Israel tersebut diceritakan "mengapa terjadi" nya dengan sangat indah di dalam Al Quran. Yaitu di surat Al Israa' ayat 4-7: 

4. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." 

5. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. 

6. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. 

7. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. 

Itulah mengapa Bani Israel ditaklukkan dan Bait Pertama dan Bait Kedua bani Israel juga hancur, yaitu karena Bani Israel melakukan kerusakan dan kejahatan di muka bumi. Dan itu bahkan sudah tertulis dalam kitab Taurat sebelumnya. 

Ilustrasi Penghancuran Bait Suci Yerusalem

Kejahatan atau kerusakan apakah yang dilakukan bani Israel? Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa:

Kejahatan/kerusakan pertama yang mereka perbuat adalah menentang hukum Taurat, membunuh Nabi Syu'ya dan memenjarakan Armia. Oleh karena itu Tuhan menghukum mereka dengan ditaklukannya mereka dan dihacurkannya Bait Pertama mereka oleh bangsa Khaldean/Babilon. 

Kejahatan/kerusakan kedua adalah membunuh Nabi Zakaria dan bermaksud untuk membunuh Nabi Isa a.s. Akibat dari perbuatan itu, Yerusalem dihancurkan oleh bangsa Romawi. Umat Muslim meyakini bahwa memang benar ada Bait Allah yang dibangun oleh Nabi Sulaiman, hanya saja mereka menyebutnya dengan Masjid Al-Aqsha atau Baitul Maqdis (Bait Suci). 

Selain pernah menjadi kiblat shalat (sebelum beralih ke Ka'bah), Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa ini juga memiliki keistimewaan tersendiri dikalangan umat muslim, karena diawal surat Al Israa' disebutkan bahwa Masjidil Aqsha adalah tempat dimana Rasulullah SAW singgah melakukan shalat sebelum beliau Mi'raj ke Sidratul Muntaha. 

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 17:1)

Masjidil-Aqsa bila diterjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, maka ia berarti "masjid terjauh". Istilah "terjauh" dalam hal ini digunakan dalam konteks yang berarti "terjauh dari Mekkah". Selama berabad-abad yang dimaksud dengan Masjid Al-Aqsa sesungguhnya tidak hanya bangunan masjid saja, melainkan juga area di sekitar bangunan itu yang dianggap sebagai suatu tempat yang suci.

Perubahan penyebutan kemudian terjadi pada masa pemerintahan kesultanan Utsmaniyah (kira-kira abad ke-16 sampai awal 1918), dimana area kompleks di sekitar masjid disebut sebagai Al-Haram Asy-Syarif, sedangkan bangunan masjid yang awalnya didirikan oleh Umar bin Khattab disebut sebagai Jami' Al-Aqsa atau Masjid Al-Aqsa . Tahun 15 H saat penaklukan Yerusalem, Khalifah Umar Bin Khattab-lah yang menemukan lokasi Batu AsSakhrah dengan bantuan Kaab Al-Ahbar, seorang Imam Tabi'in yang awalnya adalah seorang Rabi Yahudi. 

Saat mengunjungi lokasi Bait Allah yang berantakan dan tak terurus, beliau berkata kepada Kaab, "Dimana letak Sakhrah wahai Ka'ab?" lantas Ka'ab menjawab. "Ukurlah beberapa depa dari Wadi Jahannam (Oase Gehenna) Ya Amirul Mu'minin!" 

Lantas beliau menemukannya, beliau lalu masuk dari pintu dahulu Rasulullah pernah memasukinya yaitu Babul Magharibah (Bab Ha Mugharabim) dan membersihkan tempat itu dengan selendangnya diikuti oleh umat muslim yang lain. Beliau lalu salat di tempat yang diyakini sebagai tempat salat Nabi Muhammad pada saat Isra Mi'raj, bersama umat muslim yang lain dengan membaca surat Shaad dan surat Al-Israa. Subhanallah. 

Baitullah artinya Rumah Tuhan dalam Islam adalah sebutan untuk Ka'bah yang terletak di Masjidil Haram, sedangkan masjid yang jauh/Masjid Al-Aqsa adalah sebutan untuk seluruh kawasan pekarangan kompleks situs suci Al-Haram asy-Syarif pada periode awal muslim di Yerusalem (bukan hanya bangunan fisik masjid yang dibangun belakangan oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan). 

Haram asy-Syarif dimana di dalamnya berdiri sebuah masjid (kubah perak kebiruan) 
yang kini bernama masjidil Aqsa dan Kubah Shakhrah (kubah emas) atau Dome of Rock 
dimana terletak batu yang dulunya adalah puncak gunung Moria

Khalifah Umar bin Khattab, yang pertama kali menemukan lokasi sesuai sifat-sifat yang digambarkan Nabi Muhammad kepadanya. Abdul Malik bin Marwan kemudian membangun Kubah Shakhrah atau Dome of Rock yang menaungi Ash-Shakhrah (batu yang terletak pada puncak Bukit Moria) yang konon pernah menjadi tempat berpijak Nabi Muhammad ketika mi'raj.

Ash-Shakhrah yang terdapat di dalam Dome Of Rock

Umar kemudian mendirikan sebuah rumah ibadah kecil di sudut sebelah selatan area tersebut. Ia secara berhati-hati menghindarkan agar batu Ash-Shakhrah tidak terletak di antara masjid itu dan Ka'bah, sehingga umat Islam hanya akan menghadap ke arah Mekkah saja ketika mereka salat.


Kubah Shakhrah atau Dome of Rock dari Luar

Inilah yang saat ini bernama Masjid Al Aqsa

Pada saat itu bangunan masjid masih sederhana pada umumnya hanya berupa lapangan luas dengan dinding tanpa atap kecuali pada bagian pengimaman yang beratapkan daun-daun kurma, jauh berbeda dengan gambaran masjid saat ini.

Pada dasarnya setiap masjid adalah Rumah Tuhan (Bayt Allah), sehingga masjid biasanya dinamakan dengan nama-nama Allah misalnya Baitur-Rahman (Rumah Sang Maha Penyayang], Baitus-Salam (Rumah Sang Maha Pendamai) dan sebagainya. 

Pembangunan Kembali Bait Ketiga 

Sejak dihancurkannya Bait Kedua pada tahun 70 M., orang Yahudi terus berdoa agar Tuhan mengizinkan mereka membangunnya kembali. Doa ini adalah bagian resmi dari doa-doa Yahudi tiga kali sehari. 

Kaisar Romawi Yulianus (331-363) pernah merencanakan, namun kemudian dibatalkan, untuk mengizinkan orang-orang Yahudi membangun kembali "Bait Suci Ketiga", sebagai bagian dari programnya di seluruh kekaisaran untuk memulihkan/menghidupkan kembali agama-agama setempat. 

Ada alasan untuk menduga bahwa Yulianus ingin membangun kembali "Bait Suci Ketiga" untuk tujuannya sendiri yaitu mengangkat dirinya menjadi dewa, dan bukan untuk peribadahan menyembah Tuhan orang Yahudi. Rabi Hilkiyah, salah seorang rabi terkemuka pada masa itu, menolak uang Yulianus, dengan mengatakan bahwa orang non Yahudi tidak boleh ikut serta di dalam pembangunan kembali bait suci. 

Untunglah saat ini dikalangan yahudi sendiri terjadi perdebatan mengenai perlu tidaknya dibangun kembali Bait Ketiga di Yerusalem ini. 

Yudaisme Ortodoks percaya dan mengharapkan bahwa Bait Ketiga akan dibangun kembali dan ibadah kurban, yang dikenal sebagai korbanot akan kembali dipraktekkan dengan pembangunan kembali Bait yang ketiga. 


A hingga C adalah tempat yang diyakini dimana Bait Kedua pernah berdiri, 
sedangkan B adalah Kubah Shakhrah

Yudaisme Konservatif telah memodifikasi doa-doa mereka. Buku-buku doa mereka mengharapkan pemulihan Bait Allah, tetapi tidak memohon dipulihkannya kurban binatang. Kebanyakan naskah yang terkait dengan kurban digantikan dengan ajaran Talmud bahwa perbuatan baik kini berfungsi sebagai penebus dosa.

Dalam doa utama, Amidah, ungkapan Ibrani, na'ase ve'nakriv (kami akan mempersembahkan dan mengurbankan) kini diubah hingga berbunyi asu ve'hikrivu (mereka dipersembahkan dan dikurbankan), hingga menunjukkan bahwa kurban binatang adalah praktek pada masa lampau. Permohonan agar "kurban api-apian Israel" diterima pun dihapuskan. 

Yudaisme Reformasi tidak menuntut dipulihkannya lembaga kurban ataupun pembangunan kembali Bait, meskipun sebagian buku doa kelompok ini mulai beralih kepada pengharapan pembangunan kembali Bait Allah sebagai suatu pilihan. 

Dan alasan yang mungkin paling utama dari belumnya Bait Ketiga dibangun hingga kini, adalah Zionis Israel takut jika mereka melakukan itu, maka negara-negara arab serta beserta muslim seluruh dunia akan bersatu melawan mereka. Ya, mereka lebih suka umat muslim dan bangsa arab terpecah belah seperti saat ini, meskipun sebenarnya mereka juga berpecah belah. 

Status Kepemilikan Saat Ini 

Kepemilikan Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu isu dalam konflik Israel-Palestina. Israel mengklaim kekekuasaan atas masjid tersebut dan juga seluruh Bukit Bait Suci, tetapi Palestina memegang perwalian secara tak resmi melalui lembaga wakaf. Selama negosiasi di Pertemuan Camp David 2000, Palestina meminta kepemilikan penuh masjid ini serta situs-situs suci Islam lainnya yang berada di Yerusalem Timur. 

Sementara semua warganegara Israel yang muslim diperbolehkan untuk masuk dan beribadah di Masjid Al-Aqsa, Israel pada waktu-waktu tertentu menetapkan pembatasan ketat akses masuk ke masjid untuk orang Yahudi, muslim Palestina yang tinggal di Tepi Barat atau Jalur Gaza, atau pembatasan berdasarkan usia untuk warga Palestina dan warganegara Israel keturunan Arab, seperti memberi izin masuk hanya untuk pria yang telah menikah dan setidaknya berusia 40 atau 50 tahun. 

Wanita Arab kadang-kadang juga dibatasi sehubungan dengan status perkawinan dan usia mereka. Alasan Israel untuk pembatasan tersebut adalah bahwa pria Palestina yang berusia tua dan telah menikah cenderung "tidak menyebabkan masalah", yaitu bahwa secara keamanan mereka lebih tidak beresiko. 

Penggalian 
Beberapa penggalian di wilayah Masjid Al-Aqsa terjadi sepanjang tahun 1970-an. Tahun 1970, pemerintah Israel memulai penggalian intensif langsung di bawah masjid pada sisi selatan dan baratnya. Pada tahun 1977, penggalian berlanjut dan sebuah terowongan besar dibuka di bawah ruangan ibadah wanita, serta sebuah terowongan baru digali di bawah masjid, mengarah dari timur ke barat pada tahun 1979. 

Selain itu, Departemen Arkeologi yang berada di bawah Kementerian Agama Israel, juga menggali sebuah terowongan di dekat sisi barat masjid pada tahun 1984. 




Pada bulan Februari 2007, Departemen tersebut memulai situs penggalian untuk mencari peninggalan arkeologi di sebuah lokasi di mana pemerintah ingin membangun kembali sebuah jembatan penyeberangan yang runtuh. Situs ini berjarak 60 meter dari masjid.

Penggalian memicu kemarahan di banyak negara dunia Islam, dan Israel dituduh telah mencoba menghancurkan pondasi masjid. Ismail Haniya, saat itu Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina dan pemimpin Hamas, menyerukan Palestina untuk bersatu dalam menentang penggalian, sedangkan Fatah menyatakan bahwa mereka akan mengakhiri gencatan senjata mereka dengan Israel. Israel membantah semua tuduhan tersebut, dan menyebutnya sebagai hal yang "menggelikan". 

Hingga saat ini Seruan untuk pembangunan kembali Bait Ketiga tetap terus dikumandangkan oleh sebagian orang-orang Israel. 

Sumber : versesofuniverse

Iklan Link